Move out Move in

Late post tahun kemarin Ags 2013.
Akhirnya kami memutuskan pindah dari daerah flat kami pertama, sebetulnya sayang juga karena Kiyo sudah mulai terbiasa dengan sekolahnya. Tapi, atas rekomendasi teman, kami ingin mencari tempat tinggal yang lebih baik untuk lingkungan rumah, sekolah dan komunitas, dan tentu saja tetap pertimbangan jarak ke dan dari kantor kerja. 
Lingkungan rumah dan sekolah kami yang pertama, sebetulnya tidak jelek jelek sekali (tidak ada pemabuk ^_^), nggak ramai hanya memang ramai jalan raya, tetangga juga baik baik, dan seperti tinggal di perumahan (seperti di Indonesia). Namun, kami ingin mencari daerah yang baik untuk keluarga, dan kualitas sekolah yang lebih baik karena sekolah disini berdasarkan catchment area. 
Setelah akhirnya masa pencarian rumah/flat, bolak balik viewing tapi belum ada yang sreg di hati dan di `budget`, akhirnya kami menemukan juga rumah yang tanpa sengaja, atau tanpa kami duga dan kami putuskan `ok, coba saja, kalau memang gak dapat, memang belum waktunya`. Sebelumnya kami sempat sudah ok dengan sebuah flat di lantai bawah, kedua belah pihak sudah `ok` tinggal tunggu tanda tangan dan surat-surat, tapi karena sesuatu hal yang janggal di surat surat tsb, akhirnya kami memutuskan batal saja. Aku sendiri kawatir, karena kami ingin waktu pindah itu pas dengan waktu ajaran sekolah baru, supaya Kiyo bisa memulai dari kelas yang baru dan kami sudah kontak sekolah yang baru didaereah itu. Waktunya mepet sekali, dan memang tidak banyak rumah available di daerah yang kami inginkan ini, adapun yang avalaible, uangnya yang nggak available dari kantong kami ^_^. 
Singkat cerita, kami mendapatkan rumah tipe terrace house yang harga yang kami dapatkan kok ya sama dengan harga flat sebelumnya, malah kami dapat tambahan ruang dan punya kebun depan dan belakang, walaupun kecil tapi bersyukur kami bisa merasa nyaman tinggal di lingkungan yang semoga lebih baik.
Lingkungan sekolah juga lebih baik, pada awalnya aku juga tidak mengenal siapa siapa, dan bingung dan terlebih kasihan sekali melihat Kiyo hanya sendiri. Tapi Puji Tuhan, satu dua orang ibu mulai menyapaku. Itu rasanya sesuatu sekali, tidak banyak foreigner di lingkungan kami tapi kebanyakan orang lokal sini cukup baik pada kami.
Satu dua orang tua murid, mengajak kami untuk `playdate` setelah pulang sekolah. Mulanya aku ikut menemani, tetapi setelah itu, kami bergantian menjemput sekolah kalau pas playdate. Kimi juga akhirnya bisa masuk Nursery yg afternoon, dan nggak ada masalah, dia enjoy dengan sekolahnya.
Perbedaan antara Kiyo dan Kimi, Kimi lebih aktif bicara kosakatanya bertambah cepat setelah dia masuk Nursery, sedang Kiyo karena dia tidak banyak bicara jadi kami tidak tahu sampai dimana kemampuannya berbahasa Inggris. Tapi sampai saat ini Kiyo bisa mengikuti pelajaran di sekolah, kata gurunya tidak ada masalah di sekolah.
Mungkin anak anakku memang tidak bisa sepandai anak orang lain yang bisa cepat menyesuaikan dengan bahasa lokal, tapi aku harus bisa belajar bersyukur karena pada akhirnya anak-anak bisa bergaul dan disukai teman teman sekelasnya. Bahkan diluar kelas mereka pun, ada yang kenal Kiyo dan Kimi ^_^. Walaupun masih saja Kiyo sering malu dan pendiam.

Lingkungan sekitar rumah

Taman bermain dekat rumah, dekat sekolah

Primary school, only 3 min  on foot dari rumah
Halaman Sekolah, tiap pagi anak2 P2 berbaris disini
Karena pindah rumah, kami pun juga mencari gereja yang baru yang inginya di lokal area tempat tinggal saja. Dan teman kami mengajak datang ke gereja St Mungo`s, dan kami pun merasa cocok disini. Suasana kebaktian juga tidak ramai (musik) sekali dan juga tidak hening sekali, dan orang-orangnya juga sangat welcome. Dan kami juga merasa senang dengan Sunday Service untuk anak-anak. 
Di gereja ini mempunyai dua kali Sunday Service, di pagi dan sore hari. Hanya di pagi hari saja, Sunday Service untuk anak-anak dari bayi sampai high school. Jam nya juga sama. Jadi sebelum orang tua masuk kebaktian umum, anak-anak masuk kelas masing-masing sesuai umurnya. Ada aktivitas yang disesuaikan dengan umur anak.
Gereja ini juga mempunyai parent and toddler group di hari Selasa dan Rabu pagi, terbuka untuk siapa saja, hanya 1 pound per family, kita bisa datang untuk bermain, chat, snacks, craft activity. Karena Kimi masuk nursery yang siang, aku biasanya ajak ke group ini 1x. Aku senang ke group ini, karena juga ada sing a song. Waktu sebelumnya ke parent n toddler group dari community lain, gak ada sama sekali nyanyi atau craft, ya hanya bermain dengan mainan yang disediakan di grup tersebut.
Selain untuk anak-anak, ada jg house group, bible study group, male group dan mom to mom group. Aku pribadi tidak mengikuti semuanya itu sih.
Well, so far kami suka tinggal disini, banyak kegiatan untuk anak-anak juga, after school club, Gala children, dll yang nggak perlu jauh jauh keluar dari rumah.

Edinburgh: Life, Akomodasi, Sekolah, Transport

Memulai babak baru di negeri Fish and Chip (traditional food dari Scotland katanya...). Rasanya kali ini ingin menjadi perhentian terakhir, semoga pekerjaan langgeng. Berhubung dari pihak kampus tidak menyediakan fasilitas rumah (kecuali pertama kali kedatangan disediakan akomodasi sampai mendapatkan flat), suami berangkat terlebih dahulu untuk mencari flat dan juga sekolah untuk anak-anak.  Sementara itu, aku dan anak-anak balik ke Jogja, Kiyo dan Kimi sempat sy sekolahkan di sekolah yg dikelola oleh Gereja dan kebetulan sekolah tsb menggunakan bahasa Inggris, jadi bisa sebagai latihan untuk masuk sekolah dg bahasa Inggris sesungguhnya ^_^.
Akhirnya tiga atau empat minggu kemudian suami baru fix dapat flat dan sekolah (SD) hanya jalan kaki. Sy segera membeli tiket pesawat, melalui Travel di Jogja, entah ada juga kejadian yang tidak bisa ditebak. Menurut pihak travel, paspor saya tinggal 4 bln dari masa berakhir, maka sy diharuskan untuk mengganti paspor baru terlebih dulu, karena dikawatirkan sampai disana akan ditolak. Sy coba nego, pihak travel menelpon ke kantor airlines dan jawabannya harus min 6 bulan berlaku dari masa berakhir. Lah, anehnya kenapa ini tidak diberitahukan juga pada waktu suami saya ketika memesan tiket di travel yang sama (hanya petugas berbeda). Kebetulan juga masa berlaku paspor suami dan saya sama. Dan tiba di Edinburgh juga selamat dg kata lain tidak ada masalah.
Akhirnya daripada esmosi tidak jelas, memang lebih baik mengganti paspor dulu daripada sampai disana juga harus mengganti passpor ke KBRI London (lebih tambah biaya dan waktu). Karena waktunya itu pas weekend juga, dan suami tidak mau menunggu lama, aku pakai jasa travel tsb untuk mengurus passpor (sebelumnya kita urus paspor sendiri waktu Kiyo lahir-tidak sulit sih hanya harus `sabar`). Aku agak lupa itu 1 atau 2 hari jadi, karena terpotong hari Sabtu dan Minggu. Jadi aku buat appointment dg pihak travel, memasukkan data ke travel, dan  hanya dtg ke kantor imigrasi untuk foto dan tanda tangan. Aku pikir datang langsung foto, ternyata harus menunggu juga ^_^, masih bny jg calo yg ada disitu, namun itu mungkin lebih `berijin` kali ya. Pas kok ya katanya kepala kantornya sedang keluar (tidak kembali2 -_=) ....Tapi akhirnya aku bisa masuk foto dan tanda tangan (entah siapa yg mewakili kepala imigrasinya), tidak ada wawancara hanya ditanya mau kemana. Beres lalu pulang. Senin kembali ke travel agen untuk ambil paspor dan tiket. Lega....
Aku mengambil airlines KLM transit di Schipol, Amsterdam, berangkat dari Jakarta transit sebentar di KualaLumpur untuk ambil penumpang lalu lanjut lagi mengudara selama berjam jam -_-. Anak-anak mulai ribut, apakah sudah sampai, kapan sampai....Transit di Schipol, aku biarkan anak-anak berlari-lari dulu untuk menguras energi shg di pesawat menuju ke Edinburgh mereka tidur. Tapi ternyata mereka tidak bisa tidur ^_^, mungkin jg karena aku jg excited untuk segera sampai Edinburgh.
Ketika berangkat ke Edinburgh, aku dan anak2 masing2 mendapat jatah bagasi 23kg, tapi saya kelebihan 2 kg/bagasi ^_^. Untunglah masih bisa lolos. Dan hand luggage/kabin aku bawanya cukup ribet sebetulnya, anak-anak aku bawakan tas sendiri2 (yg kmd mreka tidak mau bawa), aku bawa koper unk kabin dan tas wanita. Jadilah terlalu banyak `printilan`. Sampai di Edinburgh Airport, suami sudah menjemput. Kami naik taxi waktu itu, karena membawa 3 koper dan berbagai printilan ^_^.

Akhirnya tibalah juga di kota Edinburgh ini. Capek, seneng, dan ingin tahu kota ini seperti apa. Kalau kata suami pertama kali bilangnya seperti kota Prague di Eropa. Tapi ya memang kurang lebih betul ^_^. Bangunan rumah dan gedungnya bukan bangunan yg modern dan tidak ada bangunan tinggi.

Akomodasi
Bicara soal akodomasi. Mencari akomodasi ini susah susah ya susah ^_^, susahnya 1. Lewat agen (kebanyakan sih lewat agen, searching dulu dari internet atau datang ke kantor agen) 2. Buat appointment untuk lihat flat nya (apartemen, kalau disini namanya flat. Karena jarang sekali ada apartemen dg bangunan tinggi. Adapun hanya dekat di city center.) 3. Kalau yg viewing banyak, nah musti tunggu beberapa hari/1mg-an buat dikasih tahu kepastiannya, bisa dapat gak flat ini, spertinya landlord jg mau ngecek para kandidat tenants apa berkualifikasi gak, bisa bayar gak, ada jg yg meminta memakai guarantor, takut kalau lari tidak bisa bayar. Dan, tidak bisa nih booking dari lewat surat menyurat (e-mail) saja, harus datang, kalau ok akan diminta id-nya.
Waktu itu, aku masih di Indonesia dan suami sudah di Edinburgh, kita pilih-pilih lokasi dan kondisi flat sampai puyeng. Karena banyak faktor yg jadi pertimbangan. Untungnya ada beberapa teman yg memberi masukan, lokasi mana yg bagus dan aman untuk tinggal.
Oh ya, kalau searching dari internet, kita pun bisa lihat foto isi flat tsb, dapur, kamar mandi, ruang tamu, ruang kamar. Jadi, pertimbangan kita waktu itu lokasi yg bisa dijangkau dg transportasi bis, sekolah anak, lingkungan sekitar. Dan viewing itu memang bener perlu sih, waktu aku suka flatnya lihat dari internet, ketika suami lihat kesana sendiri eh..ternyata lingkungannya (tetangganya `serem`) ^_^, jadi bataalll...
Puji Tuhan, dapat flat ini, baru renovated, dan yg tadinya unfurnished, bisa dinego jadi furnished (kecuali meja makan kami tidak dapat), lingkungan seperti perumahan yg nyaman meski dekat dg main road. Tapi lebih dari cukup karena, lebih luas dari apartmen kita dulu di Misato Danchi, disini dapur sudah dilengkapi oven, cupboards yg cukup, central heater dan disetiap ruangan ada heaternya, ruang tamu luas. Sekolah tidak sampai 5 menit jalan kaki.
Ketika kami berkenalan dg orang tua teman Kiyo, ternyata mereka sewa langsung dari landlord, yg punya orang dari Pakistan (punya beberapa flat yg disewakan). Jadi kalau terlebih dulu mempunyai kenalan seperti ini, bisa saja langsung menemui landlord, hanya kebanyakan kondisi dalamnya jangan minta yg wah ya ^_^, tidak sampai jelek sekali nggak.
Kalau dengan agen, biasanya kita diminta deposit +-1bulan, yang nantinya akan dikembalikan kalau keluar dari sini dikurangi bila ada kerusakan2. Beberapa waktu, jg akan dicek oleh agent. Kalau flat dg share taman belakang ini, kita musti sendiri kerjakan seperti potong rumput bergantian dg tetangga bawah, tapi biasanya waktu musim panas saja kita kerjakan. Untuk hal-hal spt ini biasanya ada dicantumkan di surat kontrak sewa. Min sewa 6 bulan, lalu perpanjang tiap bulan atau per 6 bulan lagi (tergantung landlord).
Aku sendiri nggak tahu kalau halaman belakang itu harus kita kerjakan dan ada shed (gudang kecil) yg itu termasuk bagian kita (padahal isinya punyanya landlord) dan rumputnya udah tinggi tinggi banget. Mana gak punya peralatan potong kan, ternyata kita lihat isi gudang tsb, ada berbagai peralatan kebun, akhirnya ya pakai itu saja. Atau bisa panggil gardener buat kerjakan semua, kalau potong rumput +- 10 pound. Yaah mending kita kerjakan sendiri ^_^.

Ruang Tamu (masih pada ngantuk)

Ruang tidur 1

Ruang tidur 2

Halaman belakang

Bangunan flat

Sekolah (Primary School)
Flat kita deket banget ama school, gak ada 5 menit ya...Sekolah disini gratis sekolah milik pemerintah (public school). Dan sebenarnya semua sekolahnya sama saja, hanya saja karena disini berdasar catchment area, kita juga harus memperhatikan dimana lingkungan sekolah yg baik dan juga kemajuan sekolahnya tergantung jg dg keaktifan PTA (parents teacher association). Untuk nilai dan kualitas sekolah primary dan secondary bisa dilihat dari websitenya di Edinburgh Council bagian education. Aku sendiri tidak terlalu mengerti detailnya, tapi misal sekolah Kiyo ini di Stenhouse Primary School, karena area tempat kami di Stenhouse jadi termasuk dalam catchment school ini, aku lihat hasil laporannya tidak terlalu jelek sekali, rata2 adalah good, dan very good untuk tiap point2nya. Dan kita senang sih, gurunya di kelas juga pintar, dan ngerti kalau Kiyo ini baru pertama belajar bahasa Inggris, jadi waktu pertama tama Kiyo ini memang nggak ngerti sama sekali, jadi waktu di akhir minggu aku dikasih tahu tema yg akan dipelajari minggu depannya, jd aku bisa mempersiapkan Kiyo dulu misal dg bahasa dirumah. Meskipun dibanding dg lainnya, Kiyo belum bisa untuk cas cis cus, tapi dia beberapa kali bisa mendapat rewards dari gurunya.

Salah satu award dari sekolah, buat pemicu kali ya..
Primary School (tampak samping)

Bicara soal edukasi di Scotland, aku belum tahu banyak. Mreka menggunakan sistem curriculum of excellence. Yang aku rasain ya disini memang tidak sekeras sekolah di Indonesia, tiap selesai satu bab, lalu ada test, lalu mid term ada test, akhir term ada test lagi, dan penilaian masih masih dg angka. Kalau dapat 100 tentunya senang dong, bangga, berarti anakku bisa. Tapi disini...?? Bagaimana aku bisa tahu anakku ini belajar apa, apakah bisa, lalu patokan apa yg bisa aku dapat kalau anakku ini tidak tertinggal dikelas? Buku buku juga tidak ada yg dibawa pulang di tas sekolahnya, tidak ada laporan harian....Kadang saja Kiyo pulang dg membawa stiker yg ada di bajunya, kamu dapat apa Kiyo? Kenapa kamu bisa dapat stiker `well done`? Tidak ada jawaban dari Kiyo -_-.
Ajaran tahun baru disini adalah bulan Agustus. Untuk anak umur 3-5 tahun, masuk Nursery school (public) gratis, 2.5 jam per hari Senin-Jumat. Biasanya untuk anak2 umur 3th akan ditempatkan di sesi siang, baru 1 th berikutnya pindah ke sesi pagi (walau kalau di aplikasinya kita bisa pilih pagi atau siang, tp kenyataannya kalau baru dapatnya siang). Untuk umur 5th, atau yg bulan lahirnya di batas bulan February (klo tidak salah), bisa masuk Primary School. Bisa jadi waktu bulan Agustus  berumur 4.5th sudah masuk Primary 1. Piuuh. Tapi disini, Primary School sampai 7th (Primary 7). Lalu S1-S6 adalah Secondary School.
Sebetulnya waktu pertama kali datang disini, karena bulan kahir Kiyo Januari, dia bisa masuk langsung Primary 2. Tapi entah, mungkin gurunya melihat karena pertama belajar Inggris jadinya dimasukkan ke Primary 1. Jadi dia paling tua di kelasnya.
Sekolah private juga ada beberapa, tapi dengar2nya sih mahal sekali...-_-. Dulunya ada subsidi dari pemerintah juga, tp lalu diprotes karena biasanya yg masuk sekolah private adalah orang kaya, lalu kenapa diberi subsidi juga? Entahlah kalau sekarang.
Pada bulan November, ada satu hari dimana ortu diundang masuk ke kelas untuk melihat kegiatan anaknya di pagi hari. Disitu, karena masih awal2 jadi Kiyo masih malu-malu. Tapi beruntunglah Kiyo tidak begitu tertinggal, untuk listening dan speaking mungkin sangat butuh waktu, tapi setidaknya Kiyo sudah aku bekali untuk membaca abc dan numbers dalam bahasa Inggris, dan waktu itu sudah bisa menulis, dan bbrp kosakata ^_^.
Nah, baru di term berikutnya, ada parent consultation, dimana tiap ortu murid dipanggil untuk diberitahu hasil anaknya dikelas. Masing2 hanya 10 menit saja. Disitu, kita baru ditunjukkan folder tiap anak, ada literacy, numbers, writing, science. Oh ternyata, sistem penilaian mereka lain, bukan menggunakan angka 1-100. Melainkan, dari penilaian peer (teman) dan gurunya sendiri. Dalam setiap tema yg dipelajari, misal belajar tentang shop, nanti anak disuruh membuat poster tentang shop. Lalu ada penilaian mis ` i can understand about shop; I am confident about.....`
Waktu aku lihat2 folder Kiyo, ttg writing disuruh buat poster dan tulisan ttg robber, aah masih dibantu oleh gurunya ^_^ untuk mengungkapkan kalimat.

Ngomong-ngomong ttg subsidi anak...masih enak di Jepang ya hahaha, disini kita tidak mendapat subsidi apa2, kecuali yg non tax payer dan gajinya dibawah batas tertentu, dan resident. Mungkin setelah 5 th disini, baru bisa apply resident. Subsidi seperti lunch meal untuk yg non tax payer dan gajinya dibawah tertentu, kalau subsidi anak bulanan mungkin semua resident bisa dapat tp besarnya kurang tahu.

Nursery School
Untuk anak yang masuk umur 3th dapat masuk public nursery school, 2.5 jam per hari. Pendaftaran biasanya bulan November sudah dibuka. Kalau di Scotland, kita diberi 3 pilihan nursery dan kalau Nursery tidak perlu di wilayah catchment area bisa. Pilihan jam: Nursery pagi: 9-11.25, Nursery siang: 12.25-3.00. Nanti kira-kira dibulan April atau May (aku lupa tepatnya) akan mendapat pemberitahuan bahwa anak kita diterima di nursery yg mana. Lalu sebelum masuk Nursery, ada kelas PEEP (Parents Early Education Partnership) yg diadakan di nursery school tsb, dimana (tidak wajib) parents/carer bisa datang bersama bermain dan bernyanyi dan berkreatifitas. Biasanya diadakan 1mg 1x sebelum benar2 mulai masuk Nursery school.

Playgroup, Childcare, Childminder, After school club.
Untuk ortu yg bekerja, dan karena baru umur 3th bisa masuk Nursery school, biasanya mereka menitipkan anak-anak yg masih kecil di childcare. Childcare ada yg menangani dari umur masih bayi sampai 5th. Untuk playgroup biasanya umur 2-5th, kalau childminder adalah semacam nanny yg bisa menampung anak mis smp dg 10 anak, tugasnya untuk mengantar dan menjemput sekolah atau jg ke sport club, tapi ortu yg harus drop off dan pick up sendiri ke rumah childminder. Childcare dan playgroup pun ada pula yg bisa drop off/pick up anak ke dan dari nursery school, karena untuk memanfaatkan gratis 2.5 jam itu. Harga nya, untuk childminder +-4.5 pound/hour (ini karena lebih private ya), playgroup: mulai 7 pound/session (2 jam), ada tambahan lagi kalau drop off ke nursery school, childcare (baby to 5yrs old) : ada yg harian ada yg per session juga, kurang lebih 42-48 pound/day, tepatnya aku nggak tahu untuk baby dan toddler.
After school club, ini bukan club dari sekolah, tp juga semacam childcare tapi untuk anak-anak primary school. Bagi ortu yg bekerja, anak2 akan dijemput oleh staf dari club bersama2 lalu ke tempat lokasi club. Anak2 akan menunggu ortu menjemput di club. Harga: half time (jam 2.50-4.00): 5pound, full time: (jam 2.50-6.00): 10 pound. Jam sekolah primary school: 8.45-2.50. Nah tempat after school club ini, tempatnya ada yg di sekolah (menyewa ruang sekolah), atau ada jg menyewa ruang di gereja, atau gedung lain. Dari club ini mereka jg punya kegiatan untuk school break/libur sekolah. Misalnya: pergi berenang, zoo, dll. Harganya: +- 20pound per hari (tergantung jenis kegiatan). Ada juga breakfast club, dimana ortunya harus bekerja pagi dan anak-anak dimasukkan ke club ini, biasanya drop off time mulai jam 7.30, biayanya 5-7 pound.
Ada lagi after school club yang memang dikelola oleh PTA sekolah, ini biasanya kegiatan extrakuriler seperti sport: sepakbola, gym, rugby, netball, dance, art, dll. Tempatnya tergantung kegiatan sportnya, kalau football, gym, art atau semcmnya bisa di sekolah tsb, atau kalau renang bisa di lokasi lain tempat berenang. Untuk 1x datang: 3-4.5pound. Nah, bagi ortu yg bekerja, tp anaknya ingin ikut kegiatan seperti ini, staff dari after school (yg semcm childcare itu) bisa mengantar dan menjemput ke extrakurikuler ini.

Parents/Carer and Toddlers
Waktu aku pertama datang kesini, Kimi belum bisa masuk nursery, baru tahun berikutnya. Jadi aku jg mencari kegiatan apa untuk Kimi. Kalau di Jepang, biasa ada taman di dekat2 rumah, tapi ini taman jaraknya agak jauh untuk berjalan kaki. Tp aku search lokasi dekat rumah, ternyata persis disamping sekolah ada Community Center Carricvale. Ada berbagai kegiatan sebetulnya, dari young club sampai adult club, memang sih berbayar, jadi aku cari yg free free aja ^_^. Dan ada activity namanya Parents and Toddlers untuk anak2 usia bayi-5th, dimana ortu/carer yg mempunyai anak2 bisa datang bermain disitu, ortunya bisa duduk ngobrol.
Kalau yg dari community ini, kita bebas tidak ada kegiatan seperti bernyanyi atau kreativitas, dan ditarik biaya sekitar 2-2.5 pound 1x datang (untuk adult dan child snacks), kalau daftar member bs bayar lebih murah.
Ada juga Parents and Toddler yg diadakan oleh gereja di daerah tsb, yg datang boleh siapa saja (tidak hanya member gereja), biasanya ini ditarik uang tidak banyak 1 pound/family atau sukarela, dan ada kegiatannya bernyanyi dan kreativitas.
Kegiatan lainnya untuk mom and toddler sih sebenarnya banyak, seperti ada kelas renang, ada jg baby ballet tapi aku sih maunya cari yg gratis ^_^ dan tidak jauh dari rumah shg tidak perlu transport. Kalau kita mengajak ke museum-museum, disana jg ada kegiatan untuk anak-anak pada jam-jam tertentu.
Kegiatan kegiatan seperti school holiday juga banyak sebetulnya, biasanya dimuat dalam majalah Made, Primary School, Families, ini semuanya bisa didapat gratis spt di library. Dan kegiatan-kegiatan ini ada yg gratis dan berbayar.

Library
Tidak seperti perpustakaan di Indonesia, sulit kan untuk mencari buku anak-anak. la buku untuk dewasa aja mana ada, kalau tidak pergi ke persewaan buku ^_^. Tapi disini bak toko buku, buku apa saja ada, non fiksi dan fiksi, apalagi buku anak-anak. Wah seneng banget, jadi bisa mengenalkan membaca buku buat anak-anak. Waktu di jepang, ada juga perpustakaan, tapi tahu sendiri bahasanya yg susah, paling hanya bisa melihat dari gambar-gambarnya. Tapi sekarang, dg hanya mendaftar dg bukti alamat rumah, sudah bisa menyewa buku max 12 buku selama 3 minggu. Anak-anak juga mendapat kartu perpustakaan sendiri. Dan biasanya 1mg 1x, ada storytelling buat anak-anak under 5. Enaknya juga, kita juga bisa reserve buku dari library lain yg tidak ada library tmp kita tinggal, nanti akan diantar di library biasa kita pinjam. Dan kita bisa reserve secara online. Well...memang harus dimanfaatkan kesempatan ini ^_^. Apalagi aku jg nemuin buku waktu jaman aku kecil yg aku suka: Asterix, Tintin, Lima Sekawan hahahaha....

Taman bermain
Taman disini memang tidak sebanyak seperti di Jepang, di tiap lokasi area hanya ada 1 taman bermain saja. Di tiap daerah mungkin ada yg taman bermainnya besar dan komplit. Waktu kita tinggal di daerah Stenhouse, aku biasa bawa anak-anak ke taman bermain di dekat Balgreen Library, taman bermain yg cukup besar. Tapi ada jg dekat rumah tempat bermain kecil. Kalau summer saja, kita bermain disana.

Edinburgh Leisure
Ada tempat tempat berenang dan activity lain yg dikelola oleh council, harganya lebih murah dibanding ikut member dari tempat swasta. Biasanya adult activity, berenang, gym, yoga, dll. Untuk anak-anak jg ada kelas renang, lebih detailnya lihat saja di website ini Edinburgh Leisure.
For sure, untuk anak-anak senang kalau diajak ke softplay, tempat bermain indoor. Softplay yg dikelola Edinburgh council diantaranya: Tumbler (Portobello), Climbers(Royal Commonwealth), dan EICA (Ratho). Harganya : rata2 5pound/hour (tergantung umur anak).
Ada lagi softplay yg dikelola private, seperti Gambado, Time Twister, Mad and Maddie. Harganya: >7pound/hour. Biasanya mreka jg menyediakan tempat untuk birthday party, dg harga yg varian, yg menurutku mahal juga ya hix.

Transportasi
Untuk transport pada umumnya bis yg paling utama. Banyak pula yg memakai mobil. Bis di Edinburgh dikelola oleh Lothian bus, jadwal bis lumayan tepat bisa ditracking via online atau di bus stop juga ada live time nya. Transport disini ya lumayan mahal sih, untuk adult: 1x 1.5pound, 1 day: 3.5 pound, child 5-15: 1 x: 70p, 1 hari : 2 pound, child under 5: free (smp 2 anak saja), consession (>65th): free unk resident. Ada juga kartu langganan bis tiap minggu atau bulan. Not bad, transportasi disini, karena bisa menjangkau semua.
Adalagi khusus bis airport, dari city center ke airport dan sebaliknya, tiap 10 menit, namanya Airlink Bus.
Untuk bis antar kota juga ada, atau memakai kreta Scotrail. Train station di Edinburgh ada di Haymarket dan Waverley Sta. 

LONDON, 2014

Mumpung ingatan saya (sy) masih fresh, sy coba menulis pengalaman pergi ke London. Kali ini sy pergi tanpa suami, hanya dg Opa dan anak-anak.  Nekat ya, karena biasanya ada suami, jadi dia sbg penunjuk jalan, kalau sy seorang mau idak mau harus jadi penunjuk jalan dan pembaca peta -_-. Tapi karena Opa sudah ada disini, rasanya kurang afdol klo ke UK tapi belum ke London ^_^. Maklum yg dikenal kan London nya ^_^.

Dari Edinburgh to London kami naik kereta api, perjalanan kira kira ditempuh selama 4.5-5jam, bisa saja menggunakan pesawat (lebih cepat) atau bus (tapi tentunya lebih lama). Dengan pertimbangan harga dan membawa anak-anak, akhirnya sy pilih moda kereta api saja, dan tentunya kereta api disini juga nyaman. 


From Edinburgh Haymarket 

Harga tiket kereta tergantung season (high or low), seperti Januari setelah Tahun baru harga ticket kereta masih lumayan tinggi juga. Ticket dan fare kereta api dapat dilihat di website Scotrail. Kalau senang travelling atau sering berpergian, lebih murah mempunyai tiket Railcard (tiket diskon kereta) yang dapat dipakai selama 1th atau ada yg 3th. Berbagai macam jenis railcard, salah satunya kemarin saya membeli jenis Railcard Family seharga 30 pound berlaku 1th. Railcard ini dapat dibeli melalui online (save 3 pound kalau membeli online) atau langsung ke stasiun kereta api. Untuk Railcard Family, nanti akan ditulis 2 nama (suami dan istri/partner). Tidak perlu kedua nama yg tercantum di kartu harus berpergian bersama, seperti saya bisa mengajak Opa. Railcard family, berlaku untuk max 3 adult dan 4 anak (5-15th). Lebih jelasnya bisa dilihat langsung ke website Railcard. Anak dibawah 5th free (tidak mendapat tempat duduk), tapi dihitung-hitung kemarin, dg membeli kartu Railcard ini, sy bisa mendapat diskon lumayan. Waktu memesan tiket kereta online, akan mendapat konfirmasi via email tapi ini bukat tiket untuk masuk. Tiket dapat minta dikirim atau langsung diambil di ticket office/mesin pada hari keberangkatan dg menyertakan nomer reservasi tiket, dan jangan lupa untuk membawa kartu Railcard tadi (tapi sebetulnya pada waktu ambil tiket, Railcard sy tidak diminta, dan waktu di dalam kereta sy tidak diminta menunjukkan kartu railcard sy, sungguh percaya sekali ?).

Untuk hotel sy tidak mencari hotel mewah (pengennya sih bintang 5 ^_^) yg penting bersih dan bisa tidur, sy selalu pertama memilih hotel yang standard dulu seperti Premier Inn atau Ibis atau Travelodge. Pertimbangan memilih Premier Inn karena mereka menyediakan room untuk family, bisa saja harga double room dan family room sama, dan ini cocok untuk keluarga seperti kami 2 dewasa dan 2 anak. Premier Inn Hotel is recommended, dg harga yang tidak terlalu tinggi (tergantung lokasi hotel ya). Untuk comparison hotel lain dapat dilihat dari www.booking.com. Ada juga yg suka service apartment. Kalau rombongan mungkin baik jg memilih service apartment. Karena anak-anak masih kecil, hotel standard sperti ini masih Ok. Kalau single, pastinya lebih banyak pilihan sesuai kantong budget ^_^.
Setelah search semua hotel Premier Inn di London dengan membandingkan harga, lokasi dan transport, akhirnya sy memilih hotel Premier Inn Greenwich, lokasi ada di zone 2, sy dapat harga 65 pound/malam (Family room: 1 double bed+ 2 single beds). Waktu itu sy ke London setelah tahun baru sekitar tgl 3-5 Jan 2014. Lokasi hotel sangat dekat dg sta DLR Deptford Bridge atau bisa jg dari DLR Greenwich,  Tesco Express, dan bus stop. 10 min by bus no 177 ke National Maritim Museum dan Royal Observatory (GMT), bus stop ada di depan hotel. Not bad!! Dan ternyata ada bus dari Deptford Bridge Sta ke City Center (kira2 by bus 1 jam), yaitu bus no 453 jurusan menuju Madame Tussaud dg melewati London Eye, Websminter Parliament, Piccadly Circus Chinatown, Oxford Street.....^_^.. Not bad kan, apalagi Opa juga nggak akan kuat kalau naik turun tangga kalau naik kereta. 

Di hari pertama kedatangan, kami tiba sekitar 14.00. Dari King Cross St Pancrass, mengambil jalur Northern Line ke BANK Sta, dari Bank Sta naik DLR tujuan Lewinsham turun di Deptford Bridge Sta. Tidak terlalu sulit, karena petunjuk arah sudah jelas, dan tentunya sudah disiapkan dari rumah peta perjalanan, paling tidak arah ke dan dari hotel. Hanya pas ganti di Bank Sta, sy tidak melihat tujuan kereta ke arah mana, pas kereta berhenti sy langsung naik saja :p, ternyata salah, untungnya tidak perlu balik, saya turun di sta berikutnya dan ganti kereta ke arah sebenarnya. Sebab perlu hati hati juga, 1 jalur kreta untuk bbrp tujuan.

O ya untuk transport lokal di London, sy membeli Oyster card, tinggal tap in and out. Moda di London lebih banyak, bisa pakai tube underground, DLR, bus, atau train on the ground atau ya taxi ^_^. Atau kalau mau lebih enak tinggal pilih tour city sightseing. Kemarin sy putuskan untuk jalan sendiri saja. Untuk bus, 1x naik 1.4 pound, max 1 hari 4.4 pound. Kalau dengan tube zone 1-2: 2.1 pound (ini lebih jelasnya lihat di websitenya). Oyster card dapat dibeli di stasiun, untuk deposit card 5 pound dan pay as you go min 5pound, kalau sudah tidak dipakai kartunya bisa dikembalikan dan deposit 5 pound akan dikembalikan (dengan menunjukkan identity spt paspor). Oyster card dapat dipakai jg dg travelcard, travelcard ini untuk transport one day,atau 7 day, dst. Travelcard ini bisa dibeli bersamaan dg sewaktu membeli ticket kereta (Edin-London) scr online, dan harganya bisa sedikit lebih murah. Kemarin sy tidak ambil travelcard. Jadi tiap naik di deduct fare normal. Untuk journey planner di London, bisa cek dg menggunakan web TFL (Transport for London).

Setelah check in di hotel, kami berangkat lagi, sy putuskan untuk lihat Tower Bridge dulu. Ternyata saya salah ambil train, ambil journey dg train on the ground lebih mahal, kartu kreta oyster saya lgs habis -_- 7.9 pound. Entah mungkin apa jauh juga. Kami stop di London Bridge sta, seharusnya bisa jalan aja menuju rivernya, tapi kami naik bus (karena tidak tahu ternyata dekat saja, padahal nunggu bis nya lama kali ^_^ sampai tertiup angin). Sampai juga melihat Tower Bridge, spertinya lebih bagus lagi kalau sudah malam, ada light-nya. Tapi kami disitu jg sebentar, pokoknya sudah melihat dan pose didepan ^_^.

Tower Bridge, London
Dari Tower Bridge, kami makan dulu di EAT, karena tidak mau jalan jauh, ya makan didekat area situ saja. Menunya sandwich and salad ^_^. Setelah itu diputuskan pulang...sudah capek dan sore itu cuaca jg tidak bersahabat, very strong wind -_-, dan kali ini pulangnya naik bis ke hotel. Nekat saja, karena lihat jalur bis ada yg menuju Deptford Bridge (sta dekat hotel). Selama perjalanan, hanya lihat petunjuk bus stop, takut nyasar hihihi.....bah..akhirnya tanya bus drivernya, eh memang ga berhenti pas di stasiun, tapi di sisi jalan seberangnya. Selamet....^_^. Bagusnya bis London, didalam bis ada petunjuk destination, dikasih tau next bus stop dimana. Kalau bus di Edinburgh tidak ada, hanya khusus bus baru saja (mis no.1).

Hari kedua, rencana sy melihat Madame Tussaud, Buckingham Palace, Big Ben, London Eye, Chinatown dan Oxford Street. Ini satu arah...kalau bisa juga ke Harrods (pertokoan mewah milik pacar Lady Diana ). Dari sta Deptford Bridge, kami naik bis no 453 tujuan Marylebon Road dimana Madame Tussauds terletak, perjalanan kira2 1 jam ya. Sampai di madame Tussaud ternyata antrian sudah panjang sekali. Antrian untuk beli tiket on site sudah diperkirakan 3 jam, dan antrian yg sudah membawa ticket pun juga panjang -_-. Sy belum mempunyai tiket, sebetulnya tiket bisa dipesan scr online dulu, tapi sy memutuskan tidak jadi beli karena untuk online ada pilihan slot waktunya, takutnya sy nggak bisa sampai dalam waktu yg sudah sy pilih.  AArrgh sudahlah yang penting foto dulu didepannya ^_^. Next time....Kalau membeli ticket Madame Tussauds scr online dapat diskon 25%, dan jg ada penawaran ticket combi dg attractions lainnya. Lebih jelasnya ke web Madame Tussauds.

In front of Madame Tussaads - London
Stasiun terdekat Madame Tussaads adalah Baker Tube Station, di depan Baker Tube Sta, kami berfoto dulu dg patung Sherlock Homes, patung detektif fiksi yang rumahnya terletak di 221B Baker Street. Karena tidak ada tempat di dalam stasiun mk patung ini diletakkan diluar/didpn Baker Tube Sta di Jalan Marylebon.

Sherlock Homes front of Baker St Sta

Dari Madame Tussauds, sy putuskan untuk melihat Buckingham Palace, dg naik bus no 12 (lupa pastinya). Sy tanya petugas disekitar stasiun kereta dimana bus stop menuju Buckingham Pl. Ternyata didepan bus stop ada KFC dan McD, mampir dulu lah meskipun masih pagi jam 10.30 an  hahaha. Untuk ke Buckingham Palace kami turun di Victoria bus stop. Karena ragu jalan ke arah mana, lagi2 sy bertanya orang lagi kemana arah Buckingham Palace ^_^ (padahal di dekat traffic light sudah ada peta :p). Malu bertanya kan sesat di jalan, mana hari itu hujan sanga deras. Akhirnya sampailah di Queen Galery, tp kami hanya masuk di souvenir shop saja sambil menunggu hujan reda.

The Queen`s Gallery

Hujan mulai berhenti, kami lanjut untuk melihat istana Buckingham Palace, istana ini hanya dibuka pada musim panas saja shg kami hanya foto di depannya saja. Kalau mau kesini lebih bagus cek jam pergantian penjaga (guard), jadi bisa lihat suasana guards berbaris. Jam pergantian bisa dilihat di web resmi Buckingham Palace.

Buckingham Palace di kala hujan

Dari Buckingham Palace, kami jalan balik lagi ke Victoria St, melanjutkan perjalanan menuju London Eye dg naik bus no 211 (bus stop ada didepan Zara). Sebelum beranjak ke London Eye, kami mampir ke toko sepatu Clark, ceritanya karena kaki sudah penat dan ingin duduk sebentar kami pura pura masuk melihat sepatu ^_^ sebetulnya juga mencari titipan sepatu kakak sy. Setelah nomer sepatu yg dicari tidak ada, maka lanjutlah perjalanan ke London Eye. Kami melewati Websminter Abbey dan Big Ben, sayangnya dan malasnya untuk turun lagi, jadi lihat saja dari bus, dan bisa foto dari tempat London Eye ^_^.
Dari rumah, Kiyo sudah pengen banget naik ke London Eye. Cuman naik ini aja dia bisa behave baik gak lari sana sini. Ticket London Eye bisa dibeli online maupun on site. Kalau membeli online bisa mendapat diskon dengan pembelian tiket attraksi lainnya mis Madame Tusaads atau London River Eye. Sy membeli tiket on site, adult sekitar 19 pound dan anak >5th 14 pound.

Big Ben captured from bridge

London Eye


Kiyo in London Eye

View from London Eye

Kimi in London Eye

Big Ben captured from London Eye

Big Ben from River Thames
Sementara sy dan anak-anak yg naik London Eye, Opa menunggu di Cafe tempat tiket sales. Opa tidak mau ikut, lagipula waktu Kiyo kecil kami (Opa, Oma, Kiyo dan sy )pernah naik Spore Flyer :d. Di daerah ini pula, ada Seaworld dan London Dungeon. Tapi kami tidak pergi keduanya. Dari London Eye, kami menuju ke Oxford Street (pusat pertokoan/shopping) dg menggunakan bis no 453 lagi (bis ini juga melewat Piccadly China Town dan Oxford Street). 

Regent Street

Kami tidak turun di Oxford street nya, tapi di Regent Street, juga masih daerah pertokoan. Tidak selang lama, karena anak-anak mulai ribut, dan sempat kalang kabut cari WC buat Kimi yg sakit perut -_-, masuklah sy ke Starbuck di Regent Street yang untung ada Toilet. Setelah itu, kami putuskan untuk pulang. Sayang sekali tidak mampir China Town untuk mencicipi makanan China, apa daya Opa dan anak-anak sudah capek. Dari Regent St ke hotel, kami naik bus yang sama hanya skg tujuan hotel (sta Deptford bridge). Makan malam sy membeli Fish and Chips and fried chicken yg ada di depan hotel dan sandwich,salad sy beli di Tesco Express. Tiba di hotel masih pk 5 sore, sebetulnya sy ingin melanjutkan jalan-jalan sendiri di petang hari, ingin mengabadikan foto di waktu malam, tapi kaki sy sudah penat juga lebih baik menyiapkan tenaga buat esok hari.

Hari ketiga atau terakhir sebelum pulang,  sy mengajak untuk melihat Maritime National Museum dan Royal Observatory GMT di Greenwich yang lokasinya tidak jauh dari hotel. Kami naik bus kesana, karena mungkin itu hari Minggu, bus yang ada tidak sesuai jadwal yg tepat jadilah kami menunggu bebrp lama.
Kami sampai di museum pk 9.30, masih belum buka. Kami menunggu sambil jalan-jalan disekitarnya. Di depan National Maritime Museum, adalah University of Greenwich. Kami menyusuri jalan menuju ke River Thames, Greenwich Pier. Di lokasi Greenwich Pier pula terletak Cutty Sark, a British Clipper ship, salah satu dari tiga kapal original dg composite konstruksi yg berada di London dari abad 19. 

Cutty Sark captured from far distant

Kami tidak masuk ke dalam Cutty Sark, karena juga belum buka. Untuk hari hari biasa dan libur mereka juga mempunyai program untuk anak-anak. Setelah berfoto-foto di sepanjang sungai, kami berbalik lagi ke National Maritime Museum. Ticket masuk free, kecuali untuk masuk ke special eventnya. Di dalam museum ini juga ada tempat untuk main anak-anak.

Kimi and National Maritime Museum

Inside the Museum

the Cafe in 2nd Floor

Children Room

Children Room

Di samping National Maritime Museum, adalah  bangunan abad 17 the Queen`s house, royal vila yang cantik dan gedung classic pertama di England. Kami tidak masuk ke dalam the Queen`s house. Dan di belakang dari the Queen`s House dan National Maritime Museum adalah Royal Observatory Greenwich, kami juga tidak kesini karena harus jalan kaki melalui park yg besar dan jalannya sedikit naik. Jadi kami hanya melihat dari bangunan the Queen`s house berada. The Royal Observatory Greenwich ini adalah rumah Greenwich Meridian Time, dimana garis meridian utama berada.

the Queen`s House, Greenwich

Royal Observatory Greenwich in cloudy day

Dari Royal Museum Greenwich, kami mampir makan siang dulu sebelum kembali ke hotel dan balik ke Edinburgh. Di daerah Greenwich, ada rumah makan Chinese, Noddle Time, sperti orang yang sudah lama tidak makan nasi, rasanya senang sekali bisa makan nasi ^_^, sampai akhirnya kelamaan menunggu bus. Bus ke hotel tidak sesuai jadwal yg tertera. Sy sudah kawatir waktunya mepet sekali, ambil koper di hotel lalu langsung berangkat ke King Cross sta karena sy sudah reserve seat untuk jam 14.15. Dan salahnya lagi tiba di King Cross sta sy malah keluar ke arah International departure, alhasil harus menyeberang ke domestik departure sambil berlari-lari dan sy melihat Opa sudah terengah-engah, akhirnya sudahlah terpaut 1 menit kereta sudah berangkat. Untungnya, waktu sy pesan ticket, sy ambil ticket yg bisa digunakan kapan saja (off peak), jadi sy masih bisa berangkat dg kereta berikutnya namun tidak bisa reserve seat. Walau akhirnya tempat duduk kami berpencar tapi masih satu gerbong, sy lega bisa naik kereta berikutnya dan kembali ke Edinburgh dg selamat ^_^. Sayangnya karena ingin cepat kembali ke Edinburgh, tidak sempat foto di platform 9 3/4, platformnya Harry Potter ^_^.

King Cross Sta
Itulah cerita sy berpetualangan ke London dengan membawa dua anak kecil 7 dan 3.5th dan 1 orang tua. Kebiasaan kalau berpergian, suami yang selalu pegang peta, atau dia yang baca peta, dan saya hanya yg menyiapkan rencana tempat yg dituju dan lokasi, naik apa tapi untuk baca peta lokasi saya ada dimana sekarang sama sekali sy pasrahkan ke suami ^_^. Tapi kali ini sy pelajari dulu, dan sebetulnya perjalanan kali ini tidak terlalu banyak jalan dan tidak masuk tiap atraksi. Kami hanya melihat-lihat dari luar (dari bus). Lebih enaknya memang memakai bus hop on hop off, bus yg berkeliling dan berhenti di setiap tempat atraksi, tapi karena harganya juga `lumayan` kalau ber-4, lebih baik jalani sendiri. Meskipun antara capek, sebel, gregeten membawa krucil2 tapi senang juga, akhirnya sy sudah ke London ^_^.

Short holiday in my Home country (2012)

Akhirnya perjalanan menempuh Indonesia dulu....
dalam pesawat Garuda

Selamat datang Jakarta yg selalu macet hehehe, hari itu sampai dijemput staff papa. Sebelumnya, aku sudah woro2 bakal banyak barang, apa ada mobil yg cukup buat nampung 1 keluarga dan barang2 160kg++ hahaha. Yeah, sedikit berdesakan, tibalah di home suit home. Very happy to see my dad ... and of course he was very happy to meet his grandchildren ^_^
We spent our time in jakarta and Bandung for 1 week, then we flight to Jogja for several days. Then off to Surabaya by train and off to Bali by plane for 4 days.
Yah, rupanya juga ada hikmah dibalik pengurusan visa yg tertunda2, krn aku sekeluarga bisa datang ke acara pertunangan adikku. 

Jakarta, Bandung
Di Jakarta kita tinggal di rumah opanya Kiyo Kimi di Serpong. Tidak banyak pergi kemana2 sih, hanya seputar serpong, makan di bandar Djakarta, mall baru, dan nggak banyak ketemu teman, karena susah waktunya dan mmg waktu yg ada kuhabiskan bersama keluarga saja. Kami pergi ke Cibubur.

lupa nama lokasi ini

Lalu, sama Opa diajak ke bandung, kami menginap 1 malam saja (free hotel dari supplier haha). Kami berangkat pagi, perjalanan untungnya lancar hanya waktu di jalan tol keluar serpong sedikit masalah dg pengendara mobil lain -_- (this is Jakarta!). Check in hotel, lalu kami pergi ke Trans Studio. Menurutku ya lumayan sih....cuman kita ga bisa main smuanya. Pengennya sih aku mau main smua hahaha (yeah the last day in Japan aku gak kesampean ke Disney lagi -_=). Sore, kami pergi ke tempat makan macam gazebo (lupa namanya), berjajar banyak warung2 makan kita tinggal pilih saja yg mana. Menurut kami, makanan yg dijual disitu mahal2 sekali, 45-50rb an untuk satu piring ns goreng -_- yg rasanya biasa aja (tak beda dg harga bento di Jepang). 
Some pict @TransStudio
Hari berikut di bandung, kami pergi ke Kampung Gajah, bukan gajah beneran yg kita lihat sih, tapi permainan outdoor. Sebetulnya bagus dan banyak wahananya, kita bisa beli tiket untuk seluruh permainan di wahana atau hny tiket masuk saja. Ada wahana air jg, kolam renang. Tapi menurut staff penjaga disitu, karena terlalu sering hujan, banyak permainan yg biasanya gak jalan kalau hujan. Jadi kita tidak beli tiket unk smua wahana.
Di dalam nya jg ada restaurant dg style gubuk2 gitu dg menikmati pemandangan alam. Tapi kita nggak makan disitu (habis dapet breakfast kenyang hehehe). Sebetulnya bagus juga, hanya saja memang perlu ditingkatkan untuk trainning staff dan maintenance nya agar bisa terjaga dg baik. Karena nggak beli tiket smua wahana, kita beli tiket per wahana saja untuk Kiyo. Lagipula kita memang tidak berniat unk menghabiskan waktu disini.


Habis dari makan siang, kita bertolak kembali ke Jakarta. Kami makan siang di hotel kecil di jalan Setiabudi, ini hotel jaman aku msh kecil klo diajak ke Bandung nginepnya disini. Ini rumah yg dijadikan hotel, makanannya enak dan porsi besar, soal harga sesuai lah.

Yogyakarta
Kita bertolak dulu ke Jogja, buat nyekar dulu ke makam Oma. Walau mamah udah enggak ada, tempat aku pulang ya tetep aja Jogja, krn msh ada cicikku yg dirumah Jogja. Kali ini, Kiyo kita ajak tengok Oma ke makam, biar dia tahu dimana Oma skg. Kalau udah di Jogja, benernya malas kemana2, paling keluar makan dan pergi ke pasar Beringharjo ^_^ hehehe. Tempat makan yg dituju, Suharti, lotek, Jejamuran, atau warung tenda nasgor deket rumah aja hehehe. Di Jogja, di lantai bawah rumah dipakai untuk toko kelontong, kalau mamah msh ada, biasanya sore2 gitu duduk2 di depan toko ama makan ice cream ^_^. Sekarang hix enggak bisaaaa....Kiyo klo ke Jogja seneng banget, karna udah disiapin itu ama Wak nya speda baru, helm baru, tiap sore diajak naik sepeda ke lapangan kantor DPR dekat rumah hehehe.

Surabaya
Dari Yogyakarta menuju Surabaya, kita naik kereta Sancaka ^_^ dg berbekal nasi kotak gudeg heehehe. 

tut tut...Sancaka Train
Sstt, ternyata harga tiket Sancaka sudah naik....weleh weleh sudah menembus harga Rp 150.000,- dari jamanku kuliah 45rb, lalu naik2 terakhir rasanya 75rb, eeh kok melonjak ya...-_-

Di Surabaya, satu hal pastinya aku harus ketemu ama sobat lama ^_^. Not many, tp untuk yg ini harus hehehe. Thanks Vira and Sefca, yg membawaku jalan2 hehehe. 
Kalau ke Mall atau supermarket nih anak2 sukanya main di softplay gitu....ada yg per jam ada yg sepuasnya...banyak pilihannya yaaa...enak banget hehehe.

Main main

Dan makan makan........ayam goreng primarasa, XO suki, rm cina yg di ngagel.....(aiih lupa namanya).
With Opa, Engkong, Mak

BALI

Kali ini pulang, aku minta ke Bali, maklum belum pernah ke Bali hihi. Kami menginap di Best Western Kuta, hotelnya lumayan kok dan dekat sekali dg Pantai Kuta, walau bukan hotel bintang 4 atau 5 tapi dari lantai atas hotel kita beisa melihat keindahan Pantai Kuta, tanpa perlu ke pantainya hehehe. Dari Surabaya kami terbang ke Bali, di Bali kami menyewa mobil. Karena Benny udah sering ke Bali, jadinya masih tahu jalan ^_^.




Dari Bali, kami pulang ke Surabaya, adikku lamaran dan tunangan. Kok ya pas waktu aku pulang, tapi sayang sekali kami tidak bisa hadir dalam pesta pernikahan mereka.
Sehari setelah lamaran adik, suami segera terbang ke Edinburgh, tinggal aku dan anak2 kami balik ke Jogja sambil menunggu suami mencarikan tempat tinggal dan sekolah buat anak-anak.

...........
Singkat cerita...akhirnya suami sudah mendapatkan flat dan sekolah, kami berangkat tgl 16 Nop 2013 melalui Jakarta.
And here we are.......Edinburgh we are coming..

Bye Japan...

Setelah kejadian besar 11 Mar 2011 (earthquake and tsunami), kita mau memutuskan untuk aku dan anak2 stay di jogja sampai kontrak suami selesai Sept 2011. Tapi, rupanya bapaknya aja yg gak betah, kita disuruh balik aja krn keadaan sudah aman ^_^. 
Ya sudah, kami meneruskan tinggal di Jepang, sambil mencari2 kerja di tempat lain. Sebenarnya kawatir juga ada, masalah radiasi yg tidak bisa dilihat dg kasat mata, diukur mungkin bisa, tp bagaimana menghindari makanan, sayuran, beras, buah yg tercemar radiasi? 
Penghasil beras yg banyak ada di daerah dekat nuclear radiator itu meledak, diketahui bahwa ada radiasi yg terdeteksi dalam beras. Lalu susu sapi dan daging sapi, sayur mayur. Kami sempat jg agar tidak membeli makanan/apapun yg berasal dari daerah atas. Tapi susah juga bagaimana cara membaca kanji -_-. 
Lama kelamaan repot bener selalu protect makanan kita, akhirnya sambil tutup mata saja, kalau memang bisa dihindari ya dihindari kalau tidak bisa (tidak tahu) ya sudah...makan diluar jg siapa yg tahu bahan makanan berasal darimana.
Sept 2011, kontrak JSPS suami slesai. Benny belum mendapat pekerjaan lain, beruntungnya professor Benny sangat baik, suami dihired untuk 6 bln contract (jadi under university). Kami masih berusaha mencari di tempat lain, alasan lain karena untuk karir, dan posisi yg lebih secure. 
Bulan maret akhirnya suami mendapat wawancara sebuah university di UK, wawancara pertama selesai dan tidak ada kabar, sampai ada wawancara dari university lain di UK juga tp negara bagian lain. Sempat kami memutuskan untuk mengambil tawaran ini, eeh ternyata ada dapat kontak lagi dari univ yg pertama tadi unk wawancara kedua. Dengan mempertimbangkan banyak hal, akhirnya kami memutuskan unk mengambil tawaran kerja di university yg pertama, dan akhirnya kami sampailah di negeri ratu Elisabeth ini ^_^.
Jaaauh banget, di pikiranku kapan nanti aku bisa pulang ke Indonesia, dengan harga tiket yg tentunya jauh lbh mahal. Lalu apa papaku bs datang ke tmp sejauh ini.

Proses aplikasi visa juga membuat deg degan, Kiyo sudah kita putuskan berhenti sekolah smp akhir Juli, dg perkiraan kita bisa pulang bln Agustus setelah visa selesai. Ternyata meleset dari perkiraan kami. Ada problem untuk certificate of sponsorship (pihak university yg mengurus), shg kita hrs tertunda 1.5 bln kira2.
Dari pihak kita, juga mempersiapkan dokumen2 sperti TOEFL/IELTS, ada minimum score yg hrs dipenuhi baik unk main applicant dan spouse (visa TIER 2).
Alhasil aku digenjot untuk belajar TOEFL lagi, meski score yg dibutuhkan unk spouse rendah, tp rasanya jumpalitan deh biar bisa belajar tenang .....akhirnya persiapan 1 bulan, kita berdua ambil test di jepang. Harus lolos krn bayarnya mahal ^_^. Anak2 kita titipin ke teman Indonesia, syukur banget mreka nggak rewel. Thanks untuk keluarga mba Sisca yg sudah aku titipin Kiyo n Kimi.
Akhirnya derita belajar TOEFL berakhir, deg degan menunggu hasilnya, dan deg degan jg menunggu certificate of sponsorship (CoS) ini.  Untuk syarat TOEFL ini, sebtlnya kalau lulusan dari univ yg disebut di web UKBA tidak diperlukan, sayangnya univiversity kami tidak ada dalam daftarnya -_-.
Hasil Toefl keluaar, Puji Tuhan score ku bisa memenuhi hehehe, dan tentu saja score unk suami (lbh tinggi).
Tapi sayang score Toefl ibt ku pun tetep gak bisa dipakai klo mau sekolah lagi hahahahahahahahaahaha.

Finally, CoS sudah keluar kira2 tgl 11 Sep 2012, segera besoknya kita ber-4 pergi mengurus visa. Untuk mendapatkan visa ini, ada point2 yg harus dipenuhi dan min untuk Tier 2 adl 100 point, spt CoS, TOEFL, salary, maintenance cost (ada disini). semuanya terpenuhi, tinggal menunggu saja. Kira2 21 hari....emmm ckp lama juga, kalau mau cepet bisa nambah lagi sih....tp yg normal aja sudah mahal 70000 yen/org!!! Visa termahal yg pernah kita apply. Sambil menunggu, masih deg degan juga karena bisa keluar nggak ini visa.........Tiket pesawat ke Indonesia sudah booking. Puji Tuhan, ya kira2 3 mg visa keluar, tadaaa......
Sekarang saatnya untuk packing, walau sdh dicicil disortir, yg mana yg bisa diberikan orang, tp banyak jugaaa oii, pdhal rumahnya masih kamar mungil -_-.
Farewel2 dg temen temen juga dimulai ^_^, sedih banget harus ninggalin tempat selama 6th sudah kita tempati (bersama kecoa jg tentunya) hahahaha. Sebelum2nya sih farewel sudah dimulai, karena banyak jg mahasiswa Indonesia yg sudah selesai studynya (tp kita msh ada rasa ya atau tidak ya). Well, I cannot say enough to my friends...Imoet, Maria, Felia, Sisca, our IBF teams, my japanese friends and others. Thank you so much for your friendship and your treats. 
Hari hari terakhir di Jepang, rasanya antara capek (barang2 blm selesai), sedih (foto2 dulu tempat tinggal kita), seneng (mau pulaaaang). Planning ke Disney, ke Sky Tower, Doraemon museum tidak bs terpenuhi -_-, suami masih sibuk terus smp hari2 terakhir.
Barang yg mau dihibahkan
Packing untuk check in bagasi akhirnya selesai, dan siap diambil kurir ke Narita, 160kg!!. Allowance baggage from Garuda one way 40kg/ticket. Lumayan, pokoknya harus bisa sortir barang gak perlu kirim lewat courier (susahnya kalau mbulet di bagian bea cukai). Untuk tas tangan, manfaatin jg anak2 yg dapet allowance kan. Waktu check in, sempat jg bagasi tidak bisa memenuhi syaarat, krn meskipun allowance 160kg (4org), tp jg ada minimal jumlah tas nya!!, Nah waktu itu kita ada 3 koper besar, 3 box lalu apalagih (lupa), tp oleh managernya diperbolehin ^_^. Please, make sure yah klo mau pindah2an : ukuran tas, jml tas, berat tas ^_^.

Bye bye Japan..........bye bye my home, bye bye musashino train, bye bye shinkansen..........bye bye my friends. Oh ya...waktu kita berangkat pagi dari apartment kita, tetangga kita (sudah tua) memberi `angpao` buat Kiyo, terharu banget (mak nya yg seneng 1000 yen) hahaha. Aduuh gak bs ngomong apa2 cuman say arigatou, ki o tsukete ne. Sayonaraaaa.....Dan hari itulan hujan rintik2 mengantar kita ke Narita Airport.

Departure @Narita Airport

Thank you for everything........
Thanks Shierly, Maria

Thanks Sisca n family
Bye bye friends

THanks IBF for the farewell

Thanks Nancy and family

THanks Felia
and
Indonesia Family in Misato plus Japanese friends

Sayonara sampai berjumpa lagi.

Sept.2012